Canvas Pengembangan Bisnis

Sebuah aktivitas bisnis harus senantiasa mengalami pertumbuhan atau pengembangan. Pertumbuhan atau pengembangan sebuah aktivitas bisnis pada dasarnya harus direncanakan sejak awal oleh pelaku bisnis, agar aktivitas bisnis tersebut dapat tetap lestari (sustainable). Harus diakui, ada beberapa aktivitas bisnis lahir dari sebuah kebetulan atau momentum yang tepat, sehingga penerimaan di pasar pun baik. Misalnya, ketika beberapa tahun yang lalu, di Bandung sangat happening dengan bisnis kue artis, kripik pedas, dan atau brownies kukus. Semua aktivitas bisnis tersebut lahir pada momen yang tepat.

Namun, hanya mengandalkan momentum dan tidak berusaha memeliharanya, dapat mengakibatkan aktivitas bisnis tidak bertahan lama. Oleh karenanya, pelaku bisnis perlu mengantisipasi penurunan momentum atau tahap growth di product life cycle-nya secara lebih sistematis dan terukur. Bahkan, apabila memungkinkan, hal ini perlu dilakukan oleh pelaku bisnis tiga bulan sejak peluncuran perdana produknya dilakukan. Hal ini penting agar produk tidak perlu memasuki tahap decline.

Dalam rangka memberikan arahan dan orientasi strategi bagi pengembangan bisnis, maka saya mencoba mengembangkan Canvas Pengembangan Bisnis (Gambar Bagan) untuk membantu memetakan berbagai aspek terkait pengembangan bisnis yang perlu diantisipasi oleh perusahaan. Secara spesifik, fokus dari Canvas ini adalah identifikasi pengembangan bisnis berbasis pada inovasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan, yang didasarkan pada analisis situasi yang dihadapi perusahaan baik secara makro maupun mikro. Gagasan inovasi yang dikembangkan dapat berupa inovasi produk, dan atau inovasi proses.

Sebagaimana Canvas yang umumnya digunakan dalam mengidentifikasi model bisnis (BMC – business model canvas) yang dipopulerkan oleh Osterwalder (2005), Canvas ini juga menggunakan 9 kotak identifikasi.

Penjelasan kesembilan kotak tersebut adalah sebagai berikut:

  1. SW (strength dan weakness) adalah kondisi internal perusahaan yang teridentifikasi melalui analisis value chain atau aspek-aspek fungsi bisnis (pemasaran, produksi, sumberdaya manusia dan keuangan). Kondisi ini dapat merupakan sebuah keadaan masalah/problem bagi perusahaan yang bersangkutan. Pengukuran dapat menggunakan IFE Matrix. Konsep tentang IFE Matrix dapat dilihat di sini: strategicmanagementinsight
  2. OT (opportunities dan threats) adalah kondisi eksternal perusahaan yangg teridentifikasi melalui analisis 5 Forces dan Pestel sehingga memberiinformasi tentang peluang atau ancaman. Pengukuran lebih spesifik bisa menggunakan EFE Matrix. Konsep tentang EFE Matrix dapat dilihat di sini: strategicmanagementinsight
  3. Leadership potency adalah aspek kepemimpinan perusahaan yang diharapkan dapat menavigasikan perubahan ke arah pengembangan; salah satunya adalah kemampuan membangun jejaring. Leadership potency menggunakan konsep Four Factor Theory of Leadership yang pertama kali dikembangkan oleh David Bowers and Stanley Seashore (1960).
  4. Solusi adalah konsep yang digagas dalam rangka pengembangan bisnis berdasarkan pemetaan SWOT matrix (SO, WO, ST, WT) 
  5. Inovasi merupakan perwujudan dari solusi yang digagas dan dirancang melalui inovasi produk ataupun inovasi proses. Gagasan inovasi diidentifikasi dengan menggunakan konsep Radar Inovasi (Fontana, 2008).
  6. Resources adalah identifikasi sumberdaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan inovasi tersebut (ketersediaan orang, modal, fasilitas, termasuk jejaring). Dalam melakukan identifikasi Resources ini digunakan konsep VRIO (Barney, 1983).
  7. Cost structure adalah struktur biaya yang diperlukan dalam rangka pengembangan bisnis melalui inovasi yang dihasilkan.
  8. Revenue stream adalah tingkat pendapatan yang diperkirakan akan diperoleh perusahaan apabila inovasi diimplementasikan.
  9. Ukuran keberhasilan dinyatakan melalui tingkat keterserapan inovasi di pasar (untuk inovasi produk) dan di dalam organisasi (untuk inovasi proses).

Canvas ini telah diuji-cobakan dalam matakuliah Perencanaan dan Pengembangan Bisnis yang saya ampu di Program Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis Unpar, pada semester Genap 2019/2020 yang lalu. Mahasiswa berhasil merumuskan rencana pengembangan bisnis melalui inovasi produk maupun proses, beserta strateginya, bagi 18 perusahaan yang dianalisis oleh mereka. Respon yang diberikan oleh perusahaan sebagai unit analisis sangat memuaskan dan pada umumnya mereka memberikan penghargaan atas hal-hal yang sudah dilakukan oleh mahasiswa.

Canvas ini tentu masih akan diujikan secara lebih luas, sebelum kemudian dapat dinyatakan sebagai alat bantu yang valid bagi perusahaan sebagai strategi mengembangkan aktivitas bisnisnya agar tetap dapat bersaing secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: